• (031) 99851833 - 99851834
  • admsentramedika@gmail.com

Detail Artikel

Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Dampaknya Bagi Kesehatan Tenaga Kerja

Setiap pekerjaan tentu memiliki Risiko dan bahaya. Faktor yang mempengaruhi berasal dari tenaga kerja, beban pekerjaan dan lingkungan kerja. Bahaya yang timbul akibat pekerjaan harus diminimalisir karena dapat mempengaruhi kesehatan tenaga kerja, oleh sebab itu maka perusahaan harus melakukan Mapping Bahaya Tempat Kerja. Hasil uji lingkungan di tempat kerja yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) dan tidak segera ditanggulangi maka akan mengakibatkan Penyakit Akibat Kerja.

Peraturan Presiden nomor 7 tahun 2019 menjelaskan bahwa penyakit Akibat Kerja (PAK) Adalah Penyakit yang timbul atau disebabkan karena pekerjaan atau lingkungan kerja. Dasar hukum tentang Penyakit Akibat Kerja (PAK) di Indonesia :

  • UU No.1, Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja,
  • No.KEPTS 333/MEN/1889, mengatur diagnosis dan pelaporan PAK
  • No.KEP.79/MEN/2023, tentang pedoman Diagnosis dan Penilaian cacat karena Kecelakaan dan PAK

Faktor Risiko PAK memiliki kaitan dengan bahaya potensial di tempat kerja seperti adanya kemungkinan paparan Faktor Fisik, Kimia, Biologi, Fisiologi (Ergonomi) dan Psikologi. Faktor Fisik akan menimbulkan gangguan seperti Kebisingan dan getaran yang akan mempengaruhi kesehatan para pekerja seperti gangguan pengelihatan, tulang belakang, pencernaan, penyempitan pembuluh darah (Vibratory Hand Tools), suhu extrim (Heat Stroke, Heat Cramps), Radiasi Ionisasi (Hematologi, Organ Mata, Konjungtivitis), Hiperbarik (Aeroembolism, Keracunan Oksigen, Nitrogen Narcosis), Visible Light (Flash Blindness), dan Psikososial di tempat kerja.

Faktor kimia yang berasal dari bahan baku dapat menyebabkan kelainan pada paru atau system pernafasan seperti Asthma, Bronkitis dan Sarcoidosis. Faktor Biologi menyebabkan kerusakan pada Kulit (Bruceliosis, Ankylostomiasis), Faktor Fisiologi (Ergonomi) seperti Low Back Pain (sakit punggung), sedangkan faktor Psikologi seperti Psikososial di tempat kerja,  Depresi atau Penyakit Psikomatik. Penyakit Akibat Kerja mencakup beberapa jenis penyakit yang ditimbulkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja.  Menurut Keputusan Presiden no. 22 tahun 1993 menetapkan 31 jenis penyakit yang termasuk PAK.

Suatu perusahaan yang menemukan potensi terjadinya PAK di lingkungan kerja atau sudah menemukan salah satu tenaga kerja yang terdampak PAK, maka dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang untuk menentukan Diagnosis. Ada beberapa tahap diagnosis PAK:

  • Identitas, 
  • Anamnesi seperti masa kerja, rotasi kerja, dan bagian kerja, 
  • Pemeriksaan Fisik serta penunjang, 
  • Uji Lingkungan Kerja, 
  • Riwayat pekerjaan, 
  • Kemungkinan paparan atau factor yang dapat menimbulkan bahaya kerja, 
  • Resume Diaknosa Jenis PAK.

Pencegahan PAK bukan hanya menjadi tanggung jawab Perusahaan namun juga seluruh Tenaga Kerja dalam suatu perusahaan. Tindakan pencegahan PAK diawali dengan mengevaluasi risiko Kesehatan di tempat kerja, melakukan pengendalian paparan zat berbahaya (Eliminasi, Substitusi, Teknis, Rolling dan penggunaan alat pelindung diri), melakukan Tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory)  untuk mengetahui risiko Psikososial di tempat kerja.

Perusahaan membutuhkan konsultan yang kompeten untuk identifikasi serta pencegahan PAK di suatu tempat kerja. Sentra Medika Surabaya sebagai salah satu Vendor Penyedia Layanan Kesehatan yang dipercaya sejak tahun 1997 oleh berbagai perusahaan telah banyak membantu menerapkan lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi pekerja. Hubungi Customer Service kami untuk keterangan lebih lanjut.